Senin, 25 November 2019

MENJADI IDOLA

Di cintai Allah, selamat di akherat, dan tentram hidup adalah harapan setiap kita. Namun jalan ke sana, nampak tak mudah, dan tak sederhana.

Adakah cara sederhana, yang kesana kita di bawa ? Hingga bayangan sulit di benak sirna. Setiap diri ringan di bawa ke sana. Dan cepat atau lambat akhirnya nanti sampai juga.

Ada. Dan memang selalu ada. Solusi menuju baik, di buat beragam, agar tak putus asa. Dan kepada jalan keburukan tak tergoda. 

Cara itu, menjadikan Rasulullah idola. Bukan sebatas pemanis kata. Namun benar-benar memenuhi ruang hati dan menhunjam dada. Kalau perlu, menenggelamkan diri dalam mulianya cita-cita.

Kalau menjadi idola. Pasti akan di tiru dari idola apa saja. Di tiru setiap darinya kata. Kata-kata apa saja di tiru sesuai tema.

Kalau menjadi idola. Pasti akan di tiru darinya yang di lakukan dan membiasa. Merasa suka dan menirunya merasa bangga.

Kalau menjadi idola. Pasti akan di tiru darinya sikap dalam menghadapi apa saja. Marah, benci dan gembira. Cerahnya wajah dan sedihnya berduka.

Ketika, seorang shahabat nabi pernah di tanya. Apa yang sudah di siapkan sebagai bekal, untuk menuju akherat kelak di sana ?

Ia menjawab, tidak ada. Hanya kepada Rasulullah begitu cinta. Dan Rasulullah pun bersabda, "Seseorang akan bersama yang di cinta ".

Bersama di dunia. Karena ia akan mecontoh, dan melakukan seperti yang di lakukan yang di cinta. Bersama di akherat, karena tempat kembali yang sama.

Semoga cinta Rasulullah, membawa kita meneladani hidupnya. Dan membawa kelak di akherat dengan Rasulullah bersama.


Creat by : K.H Umar Faqihuddin, S.Pd

Tidak ada komentar:
Write komentar

Nail Henna

Maspad Shofy

Clodi

Handsock