Senin, 25 November 2019

Sang Guru...Ustadz Ngajiku

Berbagai cara untuk mengungkap fakta. Di hari guru mulia. Untuk sang pahlawan tanpa tanda jasa. Bahkan menaikan citra. Agar kemulian mereka mengemuka.

Agar yang kurang dari harga. Dari yang di bayarkan manusia. Tertutup dengan sesuatu yang menyesakkan dada. Rasa bangga. Tak berbayar harta. Namun berbayar pahala. Dan itu lebih dari cukup untuk membuatnya kaya. 

Karena kaya sesungguhnya bukan di harta. Tapi, rasa cukup dari semua yang ada. Tak perlu meminta, apalagi mengiba. Dan di hati para guru, ia telah bertahta. Dalam kemilau cahaya kemuliaan bersinggasana.

Hanya gelar biasa. Tak setenar gelar sarjana. Hanyalah panggilan ustadz, dan kadang guru ngaji saja.
Dan tak masuk bilangan profesi istimewa.

Bayaran tak seberapa. Di bayar tinggi pun tak membiasa. Bukan gaji menyebutnya. Tapi, bisyaroh saja. Artinya, sekedar kabar gembira.

Tak heran punya rumah adalah hal luar biasa. Rumah dinas, umum di mana saja. Kontrakan, lebih familiar sebutan akrab di telinga.

Kalau sedikit kaya. Banyak yang curiga. Jangan-jangan,ada amanah yang di salah guna. Kalau miskin, itu sudah pilihan takdirnya. Di maklumi memang begitulah seharusnya bersahaja.

Yang di ajarkan hanya alif ba ta. Di sambung dan di rangkai dan baca. Panjang pendeknya, makroj huruf yang tepat, selalu di periksa.

Bila ada waktu sisa. Di ajari cara berwudlu dan sholat yang benar lengkap dengan prakteknya. Setelah itu cerita. Kalau kelamaan, di tinggal begitu saja.

Mengajarnya di rumah atau di mushola. Lampu redup biasa. Di masjid desa. Di gunung dan terpelosok juga. Lampu obor dan senter senjata pelengkap, bila listrik padam tiba-tiba.

Kurikulumnya itu-itu saja. Ndak ada ulangan ataupun ujian bersama. Di usilin murid-muridnya resiko biasa. Minta di traktir kalau ada rezeki sedikit saja.

Tak mewakili, akan betapa mulianya mereka. Mengenalkan hidup sesungguhnya. Menyelamatkan dunia akherat kita. Berhutang besar tak akan pernah terbayar berapa pun jua.

Guruku, ustadz ngajiku..sosok mulia nan istimewa, semoga yang tak terbayar, karena bodohnya kami dan orang tua. Semoga Allah mengganti yang lebih mulia. Harta, usia dan keluarga yang barokah sepanjang masa.

Selamat hari guru, guru ngaji dan guru semua ilmu, yang merawat dunia tetap bercahaya...


Creat by : K.H Umar Faqihuddin, S.Pd

1 komentar:
Write komentar

Nail Henna

Maspad Shofy

Clodi

Handsock